Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

I Love then I Play

Senin, 11 April 2011
3 comments
Apa yang gw suka? Lalu apa yang gw mainkan? Ada yang tau? Hal ini berhubungan dengan dunia olahraga yang mungkin cuma satu-satunya gw bisa *hiks, hiks, sedih*. Olahraga yang dimainkan hampir setiap hari di kampus, mengalahkan mata kuliah lain. Olahraga ini mungkin menjadi mata kuliah baru yang memiliki bobot 20 sks, haha. Keren kan, saking seringnya gw main ini. Olahraga 20 sks itu bernama Tenis Meja atau dikenal dengan Pingpong. Inilah sejarah singkat mengenai tenis meja :
Permainan tenis meja bermula pada tahun 1880-an di Inggris. Saat itu, masyarakat kelas atas Victoria
menganggapnya sebagai hiburan seusai santapan malam. Pada Olimpiade Seoul 1988, tenis meja
dipertandingkan untuk pertama kalinya di ajang olahraga yang paling prestisius itu.Tenis meja menjadi
sumber inspirasi bagi PONG, sebuah video game terkenal yang dirilis tahun 1972. Pada awal 1970-an,
para pemain tenis meja Amerika Serikat diundang ikut serta dalam sebuah turnamen di Republik Rakyat
Cina.Peristiwa ini mencairkan ketegangan hubungan antara kedua negara. Istilah "Diplomasi Ping Pong"
muncul ketika Presiden AS Richard Nixon tak lama kemudian berkunjung ke Tiongkok. Pada Kejuaraan
Dunia 1936 di Praha, dua pemain yang saling menerapkan pola bertahan/defensif membutuhkan waktu
lebih dari satu jam demi meraih satu poin. Uni Soviet melarang penduduknya bermain tenis meja pada
1930 hingga 1950 dengan alasan olahraga tersebut berbahaya bagi mata manusia.
(sumber: http://tenismeja.wikia.com/wiki/Tenis_Meja)
Hobi gw ini berawal dari turut sertanya gw sebagai kontingen kampus pada tahun 2008 (masih maba dong, hehe *bangga*). Gw mewakili fasilkom untuk ajang Olimpiade Olahraga tingkat Universitas. Dari sana gw diajak untuk ikut club tenis meja UI yang bernama UI TTC (Universitas Indonesia Table Tennis Club). Semenjak itu gw mulai berusaha untuk ikut latihan disana. Keseriusan gw diawali dengan membeli bet baru, dengan uang gw sendiri. Wah, seneng banget deh. Inilah bet gw yang setia menemani gw



Setelah itu dilanjutkan dengan latihan di pusgiwa UI (Pusat Kegiatan Mahasiswa UI) yang membuat gw memiliki banyak teman-teman yang hebat. Teman-teman dari berbagai daerah yang memiliki keahlian beragam. Hampir semua atlet di daerahnya, wah, makin ngerasa rendah aja posisi gw. Tapi, mereka welcome dengan kehadiran gw, dan gw juga harus bisa kayak mereka, mereka semua inspirasi gw. Keren lah.



Hmm, cerita tentang UI TTC sepertinya cukup. Sekarang kita beralih ke Olimpiade Tenis Meja aja. Pas pertama kali ikut Olimpiade UI tahun 2008 gw masih cupu banget. Mainnya masih diketawain deh pokoknya, tapi setelah ditempa dan dibina *haha, kayak lagi ngapain aja* akhirnya gw bisa ga malu-maluin di Olimpiade UI 2009, yaah, walaupun belum bisa juara juga, hehe. Cuma bisa bertahan sampe babak perdelapan final, tapi udah bersyukur deh ga gugur di putaran awal. Temen gw ada yang pernah mendokumentasikan gw saat lagi main lawan kontingen dari vokasi, dan inilah penampilan gw



Gimana, gimana? Aneh ya, hehe. Maklum masih newbie. Sampai saat ini masih banyak target gw yang belum tercapai di olahraga ini. Salah satunya adalah beli karet bet baru, karet bet inceran gw adalah baracuda donic, dulu sempet dipinjemin bet pelatih yang bermerk itu dan dengan sekejap gw jadi jago, waaah, dahsyat. Mupeng lah gw, terus gw tanya deh berapa harganya. Berikut percakapan gw dengan beliau setelah stroke.
Nila : (dengan wajah sumringah mengembalikan bet) "Makasih mas, enak betnya, hehe"
Pelatih : (mengambil kembali betnya) "Wah, mba nila bagus ya kalo main pake donic. Cocok nih"
Nila : (masih dengan wajah sumringah) "Emang berapa mas harganya?"
Pelatih : (agak ga yakin mendengar pertanyaan gw) "Wah kalo yang ini mahal mba, saya beli
700rb satu karet."
Nila : (JDAAARRRR !!!!!!) "Ooooh, mahal ya mas" (Nangis dalam hati)
Yaaah begitulah realita perpingpongan, kalo mau jago ya ga boleh setengah-setengah. Tapi ketika mendengar baracuda donic segitu harganya sepertinya untuk saat ini gw lebih milih untuk setia pada bet pertama yang gw beli diawal. Oiya, bagi yang belum tau karet baracuda donic seperti apa, nih ada gambarnya *padahal gw juga baru tau*



Hmm, kalo diliat-liat harganya tuh berarti sekitar 420rb untuk satu karet, sepertinya sudah jauh lebih murah dari yang dibilang pelatih, tapi tetep aja buat gw mahaaaalll. Yaudah lah, emang untuk saat ini harus setia dulu sama bet lama.

^Salam Olahraga, semangat Olahraga ...... ^^,
Baca selengkapnya »

'Kalau Bos Bilang Saya Dipecat, Saya Siap'

Kamis, 30 Desember 2010
0 comments


VIVAnews - Indonesia memang bisa memenangi final Piala AFF leg kedua melawan Malaysia dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu, 29 Desember 2010. Sayang, kemenangan ini gagal mengejar defisit tiga gol dari final leg pertama.

Pelatih Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl, sudah siap mendapatkan tekanan akibat kegagalan timnya menjadi juara. Ia menegaskan dirinya siap dengan apa pun keputusan yang dikeluarkan PSSI menyusul kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF.

"Saya di sini hanyalah karyawan. Kalau bos bilang saya dipecat, saya siap. Presiden (Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid) bisa memutuskan segalanya," kata Riedl di Jakarta.

"Saya masih punya kontrak sekitar 16 bulan, tapi dalam sepakbola Anda tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin saja dalam dua bulan saya dipecat. Tidak ada yang tahu," ujar Riedl.


Nurdin Halid seusai pertandingan mengatakan kalau Riedl akan tetap terus menangani timnas. Menurut Nurdin, kegagalan Merah Putih kali ini sudah menjadi takdir. (art)

Baca selengkapnya »

Profile Alfred Riedl

0 comments

Tanggal Lahir : 2 November, 1949
Negara : Australia
Karir Pemain :
1961 - 1967 ATSV Teesdorf, Austria
1967 - 1972 Austria Wien, Vienna, Austria
1972 - 1974 St. Truiden, Belgium
1974 - 1976 Royal Antwerp, Antwerp, Belgium
1976 - 1980 Standard Liege, Liege, Belgium
1980 - 1981 FC Metz, Metz, France
1981 - 1982 GAK, Graz, Austria
1982 - 1984 Wiener Sportclub, Vienna, Austria
1984 - 1985 Vfb Mödling, Mödling, Austria


Karir Pelatih :
1983 - 1984 Ass. Coach Wiener Sportclub, Austria
1984 - 1985 Ass. Coach Mödling, Austria
1986 - 1987 Head Coach Kottingbrunn, Austria
1987 - 1988 Ass. Coach Austria Wien, Austria
1988 - 1989 Head Coach Ittihad Jeddah U 19, Saudi Arabia
1989 - 1990 Head Coach Wiener Sportclub, Austria
1990 Head Coach Olympic Team, Austria
1990 - 1992 Head Coach National Team, Austria
1992 - 1993 Head Coach FAV AC, Austria
1993 - 1994 Head Coach OCK, Morocco
1994 - 1995 Head Coach Zamalek S.C., Cairo, Egypt
1996 - 1997 Supervisor Iran Football Federation (Manager)
1997 - 1998 Head Coach National Team, Liechtenstein
1998 - 2001 Head Coach National Olympic Team, Vietnam
2001- 2003 Head Coach Al Salmiya Club, Kuwait
2003- 2004 Head Coach National Olympic Team, Vietnam
2004- 2005 Head Coach National Team, Palestine
2005- 2008 Head Coach National Olympic Team, Vietnam
2009 Head Coach Olympic Team, Laos
Baca selengkapnya »
 

Leave Your Words

Categories

Populer Post

Your Position

Live Traffic Feed

Follow Me

My Friend's comming

Page Rank

Checkpagerank.net

BlogUpp!

Link Bloofers


LINK BLOOFER

© 2010 Junto Y Por Siempre Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls