Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Belajar dari Kesalahan

Kamis, 24 Maret 2011
6 comments
Manusia diciptakan pasti tidak luput dari kesalahan dan dosa. Untuk itu manusia diwajibkan untuk belajar agar tidak melakukan kesalahan yang sama dalam hidupnya. Minggu ini hectic banget sama tugas, yaaah, kalo kata senior sih
"Nikmatin aja, bukan Fasilkom namanya kalo ga sibuk".
Gw berusaha untuk menikmatinya, tapi tetep aja ga boleh terlalu menikmati. Di dalam kenikmatan itu ada tanggung jawab yang diemban. Tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap orang tua, dan yang paling utama tanggung jawab kepada Allah swt.

Kuliah adalah sesuatu yang diamanahkan ke gw, dan gw harus bisa menjalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Gw pernah gagal, dan itu tidak hanya sekali bahkan dua kali. Sebenernya apa yang salah dari gw? Kemarin sempat bercerita ke pengajar liqo, beliau malah bertanya "Ibadah nila gimana? Sudah maksimal belum? Sholat sunnahnya dijalani ga? Ingat loh, dibalik usaha yang keras ada doa juga yang harus menyertai usaha itu". Sejenak gw berpikir, "Ibadah gw?". Selama semester ini malah pernah hampir ketinggalan sholat bahkan pernah meninggalkan sholat, naudzubillahin mindzalik. Ya Allah maafkanlah hambamu ini.

Gw juga melihat kembali catatan liqo yang pernah teteh (panggilan untuk pengajar liqo gw) saat liqo beberapa bulan yang lalu, tentang Tanda-Tanda Orang yang Bertaqwa. Menurut salah satu surat dalam Al-Qur'an,
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah swt maka dia akan dibukakan jalan keluar".
Tanda-tanda orang bertaqwa adalah :
  • Menjaga sholat
  • Menjaga anggota badan ( dalam hal ini adalah menjaga hati)
Dilihat dari tanda-tanda orang bertaqwa diatas, belum ada satupun yang mencerminkan sifat gw. Astaghfirullah hal 'adziim. Mungkin gara-gara hal tersebut gw selalu merasa gagal, tapi gw harus bangkit. Gw harus menjadikan ini sebagai pelajaran yang berharga dan jadikan kesalahan itu sebagai titik balik gw untuk meraih kesuksesan. Gw yakin Allah swt. memberikan sesuatu yang terbaik untuk gw suat saat nanti, "Save the best for the last". Sekarang ini, Allah lagi mengingatkan gw, ini adalah ujian ketaqwaan buat gw, karena gw dalam posisi yang jauh dari-Nya. Gw harus mendekat lagi. Ikhlaskan semua yang sudah terjadi karena salah satu hikmah ikhlas adalah mendatangkan berkah dan pahala dari Allah swt.
Ya Allah terima kasih karena engkau masih mengingatkanku, Teruslah mendampingiku disaat kapanpun. Berikanlah kekuatan kepadaku untuk menjalani semua ujian yang engkau berikan, aku yakin jika aku bisa menjalani ujian itu dengan baik aku akan menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.
Amiin
Semangat nilaaa, ganbatte nee..

Mohon doa, bantuan dan dukungan ya teman-teman

Baca selengkapnya »

Kisah Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur'an

Jumat, 29 Januari 2010
0 comments
[Diambil dari sebuah note Mahirrudin Alkhoir]

Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala :
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah
ke makam Rasulullah sallallahu 'alayhi wasallam. Ketika saya berada
disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian
yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya
berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog
dengannya beberapa saat.


Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan

Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an.
Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan,
karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : "Assalamu'alaikum warahma wabarakaatuh."

Wanita tua : "Salaamun qoulan min robbi rohiim." (QS. Yaasin : 58)
(artinya : "Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih")

Abdullah : "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?"

Wanita tua : "Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu." (QS : Al-A'raf :
186 ) ("Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya")
Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.

Abdullah :
"Kemana anda hendak pergi?"
Wanita tua : "Subhanalladzi asra bi 'abdihi lailan minal masjidil
haraami ilal masjidil aqsa." (QS. Al-Isra' : 1) ("Maha suci Allah yang
telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid
aqsa")
Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji
dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.

Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini?"

Wanita tua : "Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10) ("Selama
tiga malam dalam keadaan sehat")

Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?"

Wanita tua : "Huwa yut'imuni wa yasqiin." (QS. As-syu'ara' : 79)
("Dialah pemberi aku makan dan minum")

Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu?"

Wanita tua : "Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban"
(QS. Al-Maidah : 6) ("Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang
bersih")

Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?"

Wanita tua : "Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil." (QS. Al-Baqarah :
187) ("Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam")

Abdullah : "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?"

Wanita tua : "Wa man tathawwa'a khairon fa innallaaha syaakirun
'aliim." (QS. Al-Baqarah : 158) ("Barang siapa melakukan sunnah lebih
baik")

Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?"

Wanita tua : "Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun." (QS.
Al-Baqarah : 184) ("Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu
mengetahui")

Abdullah : "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?"

Wanita tua : "Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun 'atiid."
(QS. Qaf : 18) ("Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada
Raqib Atid")

Abdullah : "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap

seperti itu?"
Wanita tua : "Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam'a wal bashoro
wal fuaada, kullu ulaaika kaana 'anhu mas'ula." (QS. Al-Isra' : 36)
("Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran,
penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan")

Abdullah : "Saya telah berbuat salah, maafkan saya."

Wanita tua : "Laa tastriiba 'alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum."
(QS.Yusuf : 92) ("Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah
telah mengampuni kamu")

Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini

untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang
di depan."
Wanita tua : "Wa maa taf'alu min khoirin ya'lamhullah." (QS Al-Baqoroh
: 197) ("Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah
mengetahuinya")

Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata : "Qul lil

mu'miniina yaghdudhu min abshoorihim." (QS. An-Nur : 30) ("Katakanlah
pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka")
Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia
mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya,
karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap lagi.

Wanita tua : "Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat

aidiikum." (QS. Asy-Syura' 30) ("Apa saja yang menimpa kamu disebabkan
perbuatanmu sendiri")

Abdullah : "Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu."

Wanita tua : "Fa fahhamnaaha sulaiman." (QS. Anbiya' 79) ("Maka kami
telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman")

Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.


Abdullah : "Silahkan naik sekarang."

Wanita tua : "Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu
muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun." (QS. Az-Zukhruf : 13-14)
("Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami
sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali
pada tuhan kami")

Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat

kencang. Wanita tua itu berkata lagi.

Wanita tua : "Waqshid fi masyika waghdud min shoutik" (QS. Lukman :

19) ("Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu")

Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa

syair, Wanita tua itu berucap.
Wanita tua : "Faqraa-u maa tayassara minal qur'aan" (QS. Al- Muzammil
: 20) ("Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an")

Abdullah : "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak."

Wanita tua : "Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab." (QS Al-Baqoroh :
269) ("Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu")

Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya : "Apakah anda mempunyai suami?"

Wanita tua : "Laa tas-alu 'an asy ya-a in tubda lakum tasu'kum" (QS.
Al-Maidah : 101) ("Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan
menyusahkanmu")

Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya

: "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?"
Wanita tua : "Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya." (QS.
Al-Kahfi : 46) ("Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di
dunia")

Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.

Abdullah : "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?"
Wanita tua : "Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun" (QS. An-Nahl :
16) ("Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk")

Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan

ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua
ini saya menuju perkemahan.
Abdullah : "Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?"
Wanita tua : "Wattakhodzallahu ibrohima khalilan" (QS. An-Nisa' : 125)
("Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi") "Wakallamahu musa
takliima" (QS. An-Nisa' : 146) ("Dan Allah berkata-kata kepada Musa")
"Ya yahya khudil kitaaba biquwwah" (QS. Maryam : 12) ("Wahai Yahya
pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh")

Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka

keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan
dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini
datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.

Wanita tua : "Fab'atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati

falyandzur ayyuha azkaa tho'aaman fal ya'tikum bi rizkin minhu." (QS.
Al-Kahfi : 19) ("Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota
dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik
agar ia membawa makanan itu untukmu")

Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan,

lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu brkata :
Wanita tua : "Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil
kholiyah" (QS. Al-Haqqah : 24) ("Makan dan minumlah kamu dengan sedap,
sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah
lalu")
Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan
memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini
sebenarnya."



Ketiga anak muda ini secara serempak berkata : "Beliau adalah orang
tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara
mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, hanya karena khawatir salah
bicara."

Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya.


Akhirnya saya pun berucap : "Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim." (QS. Al-Hadid : 21) ("Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar")

[Disarikan oleh: DHB Wicaksono, dari kitab Misi Suci Para Sufi, Sayyid


Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168] dari Situs Al-Muhajir

Hak cipta adalah milik Allah semata.

Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan
kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia.





"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa'
Wallaahu dzul fadhlil adhiim."(QS. Alh-Hadid : 21)("Karunia Allah yang diberikan
kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang
besar")
Baca selengkapnya »

PROSES ...

Senin, 16 Maret 2009
2 comments
“Ideas are only seeds, to pick the crops needs perspiration”
Gagasan-gagasan hanyalah bibit, menuai hasilnya membutuhkan keringat.

Suatu blog milik seseorang –mmm, lupa blognya siapa..(^^)v-,
memberikan sedikit inspirasi yang mengingatkanku tentang salah satu kata yang penting dalam hidupku yaitu PROSES. Tanpa PROSES kita bukan apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Dengan PROSES, kita bisa meraih cita-cita dan dengan PROSES pula kita bisa jadi orang yang gagal. PROSES menentukan segalanya. Sama halnya dengan masakan, PROSES juga butuh tambahan bumbu-bumbu kerja keras dan keringat sebagai penyedapnya. Enak atau tidaknya suatu masakan adalah hasil dari suatu PROSES.

Tapi, lain halnya jika kita memulai suatu PROSES dengan niat yang buruk dan dengan hati yang tak ikhlas. PROSES bisa menjadi racun dalam hidup kita. Jangankan menjadi orang yang sukses, berharap menjadi orang sukses pun akan sulit. Memang terdengar dramatis jika kita tidak bisa menjadi seseorang yang sukses karena suatu PROSES yang salah. Untuk itu, selama kita masih muda, selama kita masih punya semangat juang yang tinggi, dan masih diberikan kepercayaan lebih oleh semua orang, janganlah salah melangkah dan menjadikan PROSES itu salah.

Seperti kata pepatah yang mengatakan,
“The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small”
Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil.

Maksudnya, Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.

Hidup hanya sekali, tak akan ada kesempatan lagi di kehidupan selanjutnya jika kita tak mau memperbaiki kesalahan kita. Berikanlah sedikit ruang pada otak kita untuk berfikir dan merenungi kembali apakah PROSES hidup yang selama ini kita jalani bisa mengantarkan kita pada bukit kesuksesan atau justru akan mengantarkan pada lembah kehancuran.

SinCeraSenorita…\(^.^)/

Baca selengkapnya »

Arti Sebuah Kehidupan

Selasa, 10 Maret 2009
2 comments
jangan jadikan sesuatu yang berharga menjadi tidak bermanfaat

jaga dan peliharalah apa yang sudah engkau dapatkan hari ini

kesempatan yang baik mungkin tidak akan datang dua kali

jika kita tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik

setiap manusia mempunyai keberuntungan yang berbeda

dan kita tidak akan tau kapan keberuntungan itu datang kepada kita

kita hanya bisa menjalani kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin

agar kita bisa mengerti dan memahami arti dari sebuah kehidupan
Baca selengkapnya »
 

Leave Your Words

Categories

Populer Post

Your Position

Live Traffic Feed

Follow Me

My Friend's comming

Page Rank

Checkpagerank.net

BlogUpp!

Link Bloofers


LINK BLOOFER

© 2010 Junto Y Por Siempre Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls